Minggu, 17 Maret 2013

Uji Klinis ORILAME

Mungkin anda pernah membaca label suatu PRODUK kosmetik yang mengklaim bahwa PRODUK tersebut TIDAK menggunakan uji pada hewan (animal testing).

Hal ini menjadi penting karena kosmetik yang beredar di pasaran harus memenuhi standar keamanan tertentu. UNDANG-UNDANG perlindungan konsumen di banyak negara mengharuskan produk kosmetik tidak toksik dan tidak berbahaya untuk kesehatan publik.

Di beberapa negara tertentu, persyaratan ini bisa terpenuhi tanpa adanya uji pada hewan, tapi di negara lain persyaratan ini baru bisa terpenuhi hanya jika dilakukan UJI PADA HEWAN.

Isu ini menjadi marak ketika banyak aktivis lingkungan hidup kemudian mengatakan bahwa uji-uji semacam ini melanggar hak-hak binatang. Orang-orang kemudian menjadi PEDULI dan mulai melirik kosmetik-kosmetik yang tidak mengujikan produk mereka pada hewan.

Hal ini juga masih menjadi kontroversi di beberapa negara. Di Belanda, Belgia dan Inggris sudah melarang hal ini, sedangkan European Union mulai tahun 2002 melarang beredarnya produk kosmetik yang melakukan uji pada hewan. Tetapi larangan ini ditentang oleh European Federation for Cosmetics Ingredients, yang menaungi sekitar 70 perusahaan kosmetik di Swiss, Belgia, Prancis, Jerman, dan Itali.

Pada prakteknya sendiri, yang dinamakan ‘animal testing’ bisa dilakukan dalam berbagai cara, antara lain mengujikan produk jadi (seperti lipstik); mengujikan bahan-bahannya secara tersendiri maupun kombinasinya; mengontrak pihak ketiga untuk melakukan pengujian tersebut; atau melibatkan pihak ketiga yang melakukan uji dimana pengujian menggunakan hewan tidak dilarang. Tetapi anda juga perlu tahu bahwa beberapa perusahaan yang melakukan salah satu hal di atas mungkin tetap mengklaim produk mereka tidak melewati uji menggunakan hewan.

Kemudian, bagaimana dengan KOSMETIK yang tidak diujikan pada hewan tapi tetap beredar, apakah mereka aman? Penggunaan data mengenai keamanan suatu bahan/senyawa yang sebelumnya sudah ada, walaupun data ini didapat dari uji pada hewan, tidak dianggap sebagai kosmetik yang melakukan ‘animal testing‘. Sehingga keamanan produk-produk ini bisa didasarkan dari hal tersebut, atau didasarkan pada penggunaan bahan-bahan yang memang sudah diketahui secara luas AMAN digunakan pada manusia, atau malah bahan/senyawa tersebut sudah diujikan pada manusia (sudah melewati uji klinis) dan terbukti aman.

DEFINISI UJI KLINIS :

Hasil dari suatu uji klinis PENTING sekali. Suatu Farma-Kosmetik atau Cosmeceuticals perlu memberikan uji klinis bila kita ingin mendapatkan hasil yang aman dan efektif.

Sebagai contoh, untuk mengetahui baik tidaknya produk Farma-Kosmetik atau Cosmeceuticals dan kosmetik biasa, perlu kita cek apakah ADA UJI KLINIS dari pabrik atau pembuat produk tersebut.

Klaim yang tanpa didukung dengan penelitian uji klinis, sebenarnya bisa diragukan kebenarannya. Sebelum memperkenalkan produk Oriflame, ORIFLAME terlebih dahulu mengadakan UJI KLINIS dengan ketentuan sebagai berikut :

TUJUAN UJI KLINIS :

Untuk mengetahui apakah ada iritasi dan khasiat (efficacy) dari produk tersebut.

Profil Peserta Uji Klinis :

19 wanita ASIA berumur 18 s/d 75 tahun dan 15 orang EROPA berumur 30 s/d 65 tahun.

Tes yang dilihat :

Adakah kemerahan (Erythema) dengan Patch Tes selama 48-96 jam?

Adakah iritasi, gatal-gatal, rasa terbakar, TEWL dengan memakai produk kosmetik selama 2-6 minggu?

Hasil Uji Klinis :

* Kemerahan : 0 ORANG
* Iritasi, gatal-gatal & rasa terbakar: 0 ORANG
* TEWL (Trans Epidermal Water Loss) : Menurun 8%
* Kerut Kulit : Berkurang 38% dalam 1 minggu
* Kekasaran Kulit : Berkurang 63 % dalam 1 minggu
* Kelembaban Kulit : Meningkat 65% dalam 1 minggu
* Kekeringan Kulit : Menurun 79% dalam 1 minggu.

Penelitian & Pengembangan

ORIFLAME memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun dalam memproduksi produk kecantikan, mengkombinasikan bahan-bahan alami terbaik dengan penelitian ilmiah terbaru. Akumulasi pengetahuan dan pengalaman kami telah dikumpulkan menjadi satu tim khusus Penelitian & Pengembangan yang terletak di dua lokasi, Dublin, Irlandia dan Stockholm, Swedia.

Semua bersama-sama, fungsi Penelitian & Pengembangan mempekerjakan lebih dari seratus ilmuwan dan para ahli teknis, yang mencakup berbagai macam disiplin ilmu termasuk ilmu formulasi, penelitian kulit, uji klinis, proses pengembangan, teknologi kemasan, mikrobiologi, toksikologi, ilmu lingkungan, dukungan paten, dan masalah peraturan global.

Di DUBLIN, fokusnya adalah pada pengembangan produk. Ahli kami mengembangkan dan melakukan uji klinis formulasi kinerja tinggi, serta memberikan dukungan teknis di bidang peraturan, keamanan produk dan industrialisasi. Proyek untuk jangka pendek dan menengah ini (1 sampai 3 tahun), memberikan teknologi dan produk baru yang INOVATIF dalam bidang perawatan kulit, warna, wewangian dan kategori perawatan pribadi.

Di STOCKHOLM, para ahli kami bekerja pada proyek penelitian kulit bertujuan menghasilkan teknologi Oriflame berikutnya yang unik bernilai tinggi terutama untuk kategori perawatan kulit kami. Proyek ini pada tingkat / selular biologis untuk jangka panjang (3 sampai 7 tahun).


Pengembangan Produk

Oriflame Cosmetics menawarkan 900 produk kosmetik pada waktu tertentu, lebih dari sepertiga yang baru diperkenalkan setiap tahun. Setiap produk diuji secara ekstensif di laboratorium Oriflame untuk menjamin keamanan optimal, efektivitas dan kualitas. Tidak ada produk Oriflame yang pernah diujicobakan pada hewan.

Keahlian utama

Kompetensi inti kami mencakup berbagai TEKNOLOGI dan PRODUK yang luas, dengan aksen yang ditujukan tepat untuk memberikan formulasi kinerja inovatif dan tinggi dengan manfaat konsumen yang terbukti secara ilmiah. Produk kami memenuhi persyaratan peraturan internasional yang paling ketat dan terhadap keselamatan tertinggi, etika dan integritas lingkungan.

Memiliki pusat Penelitian dan Pengembangan sendiri memberikan Oriflame fleksibilitas yang lebih besar dalam pengembangan produk yang sesuai dengan warisan Alam Swedia, memastikan pengiriman produk standar tertinggi dalam waktu sesingkat mungkin.


Produk yang ramah terhadap hewan

ORIFLAME bangga akan kebijakan kesejahteraan pro-aktif hewan yang telah ada dalam jangka waktu lama , dan hanya bahan "ramah hewan" yang digunakan dalam formulasi kosmetik kami.

Tidak ada bahan yang berasal dari hewan mati, atau menggunakan sumber yang menyakiti hewan. Hanya produk-produk dari hewan- seperti susu, madu, lanolin dan lilin lebah, yang digunakan karena berasal dari hewan tanpa menyebabkan penderitaan atau menyakiti hewan.

Selain itu, produk aksesoris tidak mengandung bahan hewani yang berasal dari sumber yang menyakiti hewan, seperti kulit atau bulu hewan yang dibesarkan terutama untuk tujuan itu (misalnya musang, kelinci, ular). Selain itu, bulu hewan yang digunakan berasal dari hewan hidup tanpa menyakiti hewan tersebut.

Produk ORIFLAME yang telah jadi belum pernah diuji pada hewan dan kami tidak pernah menguji, atau menugaskan pengujian bahan kosmetik pada hewan.

Kami secara konsisten menunjukkan dukungan kami atas resolusi larangan pengujian terhadap hewan untuk produk kosmetik dan bahan-bahannya. Kami menyambut ketentuan dalam amandemen Directive Uni Eropa Kosmetik 7 yang mengatur pengujian terjadap hewan, serta menjaga keseimbangan antara kesejahteraan hewan dan keselamatan konsumen. Saat ini, menghasilkan larangan untuk menguji produk jadi pada hewan dan tahapan larangan dalam pengujian bahan-bahan, mulai bulan Maret 2009.

Oriflame sepenuhnya mendukung program pengembangan penelitian alternatif tes keselamatan non-hewani dan kami senang melihat resolusi dari isu sosial yang penting ini.

Semua pemasok kami setuju untuk mematuhi kebijakan etis dan lingkungan kami dan mematuhi hukum perlindungan satwa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar